
Malam adalah suatu masa (waktu) di mana sebuah tempat sedang berada pada posisi yang tidak berhadapan dengan matahari, dan oleh karenanya menjadi gelap. Pada saat belahan planet bumi sedang mengalami waktu malam hari ini, belahan lainnya akan mengalami waktu siang hari. Malam hari kadang-kadang didefinisikan sebagai waktu antara tenggelamnya matahari di ufuk (horizon) sebelah barat sampai munculnya matahari di ufuk sebelah timur pada keesokan harinya.
Karena rotasi bumi yang berputar dari arah barat ke timur, maka siang dan malam hari akan saling berselang-seling, dan membentuk satu hari yang terdiri dari 24 jam.
Lamanya waktu malam akan berbeda-beda untuk musim yang berbeda, terutama untuk daerah yang mendekati kutub. Di negara Amerika Serikat misalnya, pada saat musim panas (bulan Juli dan Agustus) malam akan lebih pendek dari pada saat musim dingin (bulan Desember dan Januari).
Untuk menggambarkan suasana malam adalah sering terlontar dalam bahasa pergaulan kita sehari-hari diantaranya;
- Malam Pertama, Malam bahagianya pengantin baru
- Malam Terakhir, Malam kesedihan sepasang kekasih yang hendak berpisah
- Malam 1 Suro, Malam dengan suasana yang diyakini sakral bagi orang Jawa
- Malam Jum’at Kliwon, Malam dengan suasana mistis yang meneganggkan
- Malam Kudus, Malam yang suci bagi kaum nasrani
- Malam Minggu, Malam kecan pemuda-pemudi
Malam senantiasa merupakan suasana keheningan.Ketika rata-rata seseorang kembali ke pangkuan singgasana peristirahatan. Menghela sejenak kepenatan harian sambil berharap mimpi indah akan datang.Malam di kesunyian, banyak orang kembali terjaga untuk melakukan perenungan terhadap hidup yang terus berputar, untuk sejenak menoleh ke dalam mengenali dan menyesali tentang diri sendiri.
Saya sering merasakan malam yang panjang, ketika saya tidak mampu memejamkan mata untuk pergi rehat.mengetik ratusan kata-kata yang seakan meluncur begitu saja dalam komputer, memainkan pena untuk mengoreskan apa saja yang terasa ke permukaan kertas.Semua peristiwa yang baru atau telah lampau dialami berkelebat datang kembali.Orang menyebutnya kenangan, dan di malam-malam yang panjang itu saya melamuni kenangan dalam perjalanan hidup saya.
Kenangan yang indah dalam hidup, seakan enggan saya tinggalkan dalam lamunan. Sementara kenangan yang tidak mengenakkan dalam hidup juga terkadang terlalu berat untuk dilupakan, ia berkutat-kutat menghajar dan menerjang rasa kantuk di sepanjang malam.Lalu perlahan ketika langit menjadi terang pada subuh menjelang fajar, apapun kenangan dalam lamunan itu perlahan mulai menghilang seiring mata dan pikiran saya yang lelah terbuai rasa kantuk yang sangat.
Saya mengagumi malam seribu bulan, bahkan saya pun tertegun menyimak syair yang dibuat Taufik Ismail, betapa begitu lurus, bersih dan sempurnanya deskripsi imajinatif akan datangnya Lailatul Qodar tersebut…
Margasatwa tak berbunyi
Gunung menahan nafasnya
Anginpun berhenti
Pohon-pohon tunduk
Dalam gelap malam
Pada bulan suci
Qur’an turun ke bumi
Qur’an turun ke bumi
Inilah malam seribu bulan
Ketika cahaya sorga menerangi bumi
Ketika cahaya sorga menyinari bumi
Inilah malam seribu bulan
Ketika Tuhan menyeka airmata kita
Ketika Tuhan menyeka dosa-dosa kita
Tuhan dalam keyakinan yang saya anut senantiasa mengajarkan saya untuk tidak berputus asa atas rahmad-Nya.Untuk malam seribu bulan yang dijanjikan Nya, saya malu – saya sungkan untuk memintanya datang pada saya.Saya tahu diri untuk memohonnya; seharusnya saya tidak hanya mengharapnya di satu bulan ramadhan ini saja, seharusnya saya menantinya sambil terus tetap setia dengan keyakinan di sepanjang tahun, di sepanjang usia hidup saya, di sepanjang ada dan tidak ada harapan apakah bisa berjumpa dengan-Nya?
Di sepanjang malam saya berharap, hanya air mata yang menemani hingga fajar datang dan menidurkan harapan saya…


Tidak ada komentar:
Posting Komentar