
Atas nama tahta suci ‘cinta’ yang terbenam dalam hati, hidup manusia digerakkan olehnya.Para tetua sudah mengatakan bahwa cinta itu buta, tetapi disisi lainnya, kekuatan maha daya cinta menjadikan manusia membuat cerita-cerita yang hebat bagi hidupnya.Ia [cinta] membutakan ‘logika’ tapi menumbuhsuburkan nikmat segala ‘rasa’.
Ah lagi…lagi…Cinta yang membawa prahara…Panah dewa asmara, Cupid, mengarah kemana saja yang dia mau…bahkan seorang Dokter cantik di Palembang pun terkena busurnya. Dokter Alia Pranita Sari (27), sekalipun orang tuanya menentang habis-habisan kisah kasih putri sulungnya itu dengan Iwan Andriansyah (27). Namun Alia tidak menggubris larangan orangtuanya. Secara sembunyi-sembunyi ia tetap menjalin cinta dengan Iwan. Alia yang menghilang sejak Rabu 19 Agustus 2009 ditemukan tewas membusuk di dalam mobil kesayangannya.
Tragis, nyawanya melayang di tangan sang kekasih sendiri. Seorang Dokter sekalipun tak bisa berkelit ketika panah-panah asmara menghujaninya, ketika ‘rasanya’ mulai mengental dan sejak itu juga menyumbat darah ‘logikanya’ menuju otaknya.Kisah ‘sinetron’ dokter Alia hanya sepenggal episode panggung sandiwara yang ada di dunia ini; jauh hari sebelumnya kisah senior mereka; Romeo and Juliet, Damarwulan dan Pronocitro, Rama dan Shinta, Sayekti dan Hanafi, Siti Nurbaya dan Syamsyul Bahri, telah mengumandang di jagat pilu kisah asmara dunia cinta.
Di Planet Bumi yang sudah berumur jutaan tahun ini, kehidupan baru dimulai ketika nabi Adam AS dan Siti Hawa terlempar dari surga. Buah kuldi [buah larangan] akhirnya dipetik pula oleh Adam atas nama cinta pada kekasihnya Hawa.Tapi Allah menghukum keduanya, ini sebagai bukti bahwa cinta itu seharusnya ‘putih’ dan tidak menjadi ‘merah’ karena bujuk rayu syaitan.
Cinta itu rahmatan lil alamin, merupakan rahmat yang diberikan sang khalik untuk sebesar-besarnya ‘kesejahteraan’ bagi mereka yang ada di muka bumi ini.Sehingga, menurut dzatnya maka cinta itu [seharusnya] ‘fitri’. Dia suci dan terbebas dari segala yang kotor.Konon cinta itu adalah perjalanan pengembaraan menuju sukma, yang tampak di dalamnya adalah serangkaian taman hati keindahan dan tak sejenggalpun kita melihat bagian taman yang mengandung kejelekkan.di dalamnya kita akan mudah sekali untuk berkata ‘Ya’ dan sulit sekali untuk mengatakan ‘Tidak’…
Ternyata cinta juga kenal [teori-sains] ‘Logika’. Antropolog Helen Fisher [guru besar Rutgers University AS] mengurai mengapa begitu dahsyatnya racun cinta dalam tubuh manusia? Pada penelusuran jejak kimiawi cinta dalam tubuh, cinta menyalakan caudate nucleus karena merupakan pangkalan yang sarat dengan syaraf penerima yang menyebar untuk pemancar syaraf yang disebut dopamine.
Dalam dosis yang tepat dopamine dapat menciptakan kekuatan, kegembiraan, perhatian yang terpusat, serta dorongan kuat untuk mendapatkan imbalan.Inilah sebabnya mengapa saat baru jatuh cinta, orang akan terjaga sepanjang malam, memandang matahari terbit, berpacu, meluncur cepat dengan ski menuruni tebing yang biasanya terlampau curam untuk kemampuan seseorang.
Cinta membuat kita menempuh resiko besar, yang kadang-kadang tidak dapat diatasi.
Doatella Marazitti, professor psikiatri di Universitas Pisa, Italia meneliti aspek biokimia pada penyakit cinta.Para peneliti telah lama membuat hipotesis, orang dengan gangguan obsesif-kompulsif (OCD) mengalami ketidak seimbangan Serotonin [pemancar syaraf].Kesimpulannya adalah; bahwa cinta dan gangguan [kejiwaan] obsesif-kompulsif bisa memiliki ciri kimiawi yang serupa.Artinya: Cinta dan gangguan jiwa mungkin sulit dibedakan.Artinya: Jangan jadi bodoh.
Thomas Lewis dari University of California membuat hipotesis, kita mencintai orang bukan semata karena masa depan yang kita harap dapat kita bangun tetapi karena masa lalu yang kita harap dapat kita raih kembali.Cinta bersifat reaktif, bukan proaktif dan membelokkan kita ke belakang, itu merupakan sebab kenapa seseorang tertentu ‘terasa cocok’ atau ‘terasa akrab’.Seseorang menjadi akrab bagi kita, karena ia memiliki rupa dan bau atau suara atau sentuhan yang membangkitkan kita pada memori yang terpendam.
Cinta segi tiga Rani Yuliani – Nasrudin – Antasari Ashar serta cinta yang ternista Monohara – Pangeran Negeri Kelantan, adalah berita cinta yang telah banyak di release oleh media infotainment. Belum lagi telah berapa banyak berita yang terexpose media dari para artis yang menyangkut perkara putus nyambung-putus nyambung tentang cinta. Berita cinta bagaikan ‘pasar’ bagi media infotainment, riuh rendah bahkan terkadang terkesan berisik.
Tak cukup sampai disitu, karena cinta telah berapa banyak puisi dan lagu yang tercipta karenanya. Dan semuanya tetap terasa enak, walau kadang terasa sendu bak kalbu teriris sembilu…waduuuh.
Di jagad politik ternyata cintapun tak pandang bulu menerpa. Presiden AS, Bill Clinton pun pernah merasakan ‘bara amukkannya’.Clinton kala itu mengalami ‘impeachment’ politik gara-gara skandalnya ‘bermain api’ cinta dengan pagawai magang gedung putih Monica Lawensky.
Perkara cinta ‘buta’ ini masuk agenda ke gedung Senat AS. Senat AS tersengat untuk melakukan impeachment, inilah pandangan dalam dunia politik tentang cinta; “ Seseorang [pemimpin] yang disinyalir tidak mencintai keluarganya, ada kencenderungan pemimpin itu juga tidak mencintai negaranya”…Clinton akhirnya selamat dari badai impeachment [inipun sudah jadi rahasia umum hanya sebagai kompromi politik semata].Namun disisi lain ironisnya, rakyatnya tak lagi mempercayainya…buah cerita cinta yang kejam.
Cinta itu mengolah ‘rasa’, tetapi cinta itu juga mengolah ‘logika’, lalu bagaimana sejatinya yang menjadi pilihan anda? Ini bukan [kisah] di Republik Cinta, ini kisah untuk mereka yang menjaga cintanya…Oh…jatuh cinta…berjuta rasanya…


Tidak ada komentar:
Posting Komentar